Usai Porwil Sumatera, Satgas KONI Lampung Gundul

WARTAPOST.ID, Bandar Lampung — Seluruh tim Satuan Tugas (Satgas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi seluruh Cabang Olahraga (Cabor) Lampung diberbagai kesempatan baik Pra PON maupun Porwil Gundul.

Hal tersebut dilakukan, sesuai nadzar yang diutarakan bersama, jika kontingen Porwil mampu melewati target dan mendulang 12 medlai emas. Maka, seluruh Satgas terutama pria akan menggunduli rambutnya.

Di hari penentu perolehan medali, saat partai ketiga final Tinju Porwil, antara Rusdianto Suku melawan Petinju Kepulauan Riau di kelas 75 Kg, dan kemenangan angka mutlak menjadi milik Rusdianto Suku. Maka, seluruh Satgas yang saat itu menjadi supporter tinju serentak bersorak, “Gunduuul…Gundulll…”, sambil berjalan keluar gedung Balai Buntar Bengkulu.

Jumat 8 November 2019, usai santap malam bersama dengan atlet tinju Lampung, sekaligus pemberian uang kaget bagi peraih medali, di rumah makan Kampung Kecil, Bengkulu. Ketua Satgas KONI Lampung, Frans Nurseto langsung memanggil tukang potong rambut, untuk membuat semua kepala anggota Satgas plontos. Untuk kemudian di pagi harinya, seluruh Satgas menceburkan diri ke laut di pantai Panjang Bengkulu.

“Ini sebuah representasi dari menyikapi hasil kerja tim secara keseluruhan. Ini juga, bukan sekedar sensasi. Kami mempunyai tugas berat untuk mendukung suksesnya kontingen Lampung. Kami salah satu bagian saja, motivator, fasilitator dan apapun namanya kami adalah bagian dari kontingen. Yang berjuang tetap para atlet dan pelatih di arena pertandingan,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Lampung, Frans Nurseto.

Selain itu, Pria yang kerap di sapa Babe tersebut, mengaku sikap Satgas dan anggotanya merupakan sebuah tekad yang terbangun dalam sebuah kerja tim. Dengan uapaya bersama membuktikan, kekompakan demi prestasi olahraga Lampung.

“Kami satu tekad. Untuk memberikan semangat kerja dan kekompakan kita harus tetap terjaga. Dengan gundul bersama ini membuktikan semangat kita sama. Meskipun ada yang awalnya enggan, namun akhirnya seluruh juga sudah gundul. Kami juga terus membangun rasa kesatuan dan keteraan khususnya untuk Satgas. Karena seluruh anggota Satgas punya tugas memberikan data-data tidak saja di pertandingan, namun juga di luar pertandingan,” ujarnya.

Memaknai Gundul.. ?

“Kami ingin membersihkan hal-hal buruk yang sebelumnya pernah terjadi, dan menumbuhkan semangat baru. Hal baru, dan kebaikan baru pada cabang olahraga Lampung. Hal buruk salah satunya adalah malas berlatih, kurang percaya diri dari para atlet dan sebagainya. Tinggalkan ini sebagai masa lalu, dan tatap masa depan dengan kemauan keras, berlatih keras dan berjiwa petarung dalam cabang olahraga apapun,” tegasnya.

Sebab, lanjut Babe. Porwil merupakan salah satu proses menuju ke PON, sama saja dengan seluruh Pra PON yang dilakukan masing-masing cabang olahraga lainnya. Bedanya, Porwil dilakukan secara bersamaan beberapa cabor secara multy event.

“Kan beberapa cabor di Porwil juga ada yang tidak serta merta pemenangnya lolos ke PON, seperti Renang dan Atletik misalnya, yang masih ada beberapa pertandingan di luar ini untuk menentukan rangkingnya lolos atau tidak,” ujar Frans.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh cabor untuk sesegera mungkin berlatih dan berlatih, guna mempersiapkan diri menghadapi ajang yang sangat bergengsi, yaitu PON 2020 Papua.

“Ayo semangat, satukan tekad dan tujuan dengan berlatih dan berlatih, demi prestasi Olahraga Lampung Berjaya,” tegasnya.

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *