Wakil Wali Kota M Yusuf Kohar Siap Konsisten Soal Bandar Lampung Bersih

WARTAPOST.ID, Bandar Lampung — Meskipun Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Bandar Lampung belum dimulai, namun geliat politik lima tahunan di Provinsi Sai Bumi Khuwa Jurai, khususnya Kota Bandar Lampung semakin ramai, dan banyak bakal calon bermunculan.

Namun, meskipun banyak calon yang bermunculan dan pilkada masih beberapa bulan lagi. Aroma persaingan nampak terasa. Beberapa calon mulai mensosialisasikan diri melalui spanduk di berbagai sudut di Bandar Lampung. Tim-tim dibelakang layar pun mulai bergerak, tak terkecuali calon petahana Muhammad Yusuf Kohar.

Memiliki jargon bersih-bersih, dan berkeinginan membawa Kota Bandar Lampung kearah perubahan yang lebih baik lagi. Yusuf Kohar yang kini menjabat Wakil Wali Kota Bandar Lampung, meninginnginkan Indonesia khususnya Ibu Kota Provinsi tersebut, kedepan bisa bersih dari tindakan korupsi.

Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa Ada beberapa hal yang membuat pejabat bahkan pengusaha terjerat korupsi. Salah satunya adalah budaya setoran fee proyek yang diberikan pengusaha ke pejabat terkait.

“Budaya seperti itu masih melekat hingga saat ini. Meskipun banyak orang yang sudah dihukum. Namun, masih banyak yang belum kapok. Setoran fee proyek ini juga yang membuat kualitas pembangunan di daerah jadi menurun. Misal, akibat fee proyek pengerjaan jalan jadi tak sesuai, imbasnya jalan yang baru dibangun sudah rusak lagi,” kata Yusuf Kohar.

Selain masalah setoran fee proyek, ada yang menjadi sorotan Yusuf Kohar, yaitu masalah setoran lelang jabatan. Budaya ini pun juga sangat buruk dan harus diubah.

“Bagaimana bisa seorang tak kompeten menduduki lembaga yang tak ia mengerti. Jadi pejabat karir yang selama ini bekerja bagus bakal kalah sama pejabat yang punya uang banyak. Karena buruknya sistem tata kelola kita, mau jadi pejabat tinggal bayar. Ini harus kita ubah. Jangan sampai generasi ke generasi rusak seperti ini,” tegasnya.

Pria lulusan pascasarjana Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang tersebut, mengaku niat maju sebagai Wali Kota, bukan untuk memperkaya diri atau untuk bagi – bagi jabatan. Tapi, niat tulus untuk pengabdian kepada daerah yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama ini. Pengabdian, kata dia, merupakan panggilan hati untuk bisa menjadikan Bandar Lampung lebih baik lagi.

“Insya Allah niat saya ingin mengabdi dan membangun Bandar Lampung. Kota ini sudah menjadi bagian penting dalam hidup saya. Untuk apa kita memperkaya diri, toh semua yang kita miliki hanya titipan. Namun, melakukan pengabdian dan mewakafkan diri ke masyarakat merupakan ladang amal dan ibadah menuju bekal di Akhirat nanti,” tegas Yusuf Kohar

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *