Condrowati, Korban Asusila Pejabat P2TP2A Mendapat Ancaman – Polda Harus Tanggap

WARTAPOST.ID, Bandar Lampung — Kasus pelecehan seksual terhadap seorang anak yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai P2TP2A Lampung Timur, mendapat sorotan dan perhatian dari semua kalangan, khususnya anggota Komisi V DPRD Lampung yang merupakan mitra kerja P2TP2A.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung Budhi Condrowati menuturkan, pihaknya selaku mitra kerja dari P2TP2A tersebut mengaku geram dan kecewa. Apalagi, informasi yang di dapat bahwa korban mendapat ancaman dari oknum pelaku.

“Saya berharap Polda Lampung beserta jajaranya, agar sesegera mungkin memproses oknum tersebut secepat mungkin. Karena, ketika prosesnya lamban. Maka, akan berdampak pada pisikologis anak,” kata Condrowati. Kamis (9/7/2020).

Terlebih, kata Politisi PDIP Lampung itu. Kasus yang terjadi di Kabupaten Lampung Timur itu mendapat sorotan dan perhatian secara langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga, yang meminta Bupati Lampung Timur untuk segera menon-aktifkan anggota P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Lampung Timur.

“Lampung menjadi sorotan atas ulah okum tersebut, jadi saya secara pribadi dan kelembagaan jelas geram. Dan berikan hukuman yang seberat – beratnya kepada oknum tersebut. Pelaku bisa dijerat dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 (Perppu Kebiri),” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun pewarta. Menurut pengakuan korban, dirinya sempat mendapat ancaman dari pelaku saat proses pemeriksaan lanjutan di posko satuan tugas perlindungan anak Polda Lampung, korban sempat mendapat ancaman dari oknum terlapor.

“Ya kalo katanya (korban), dia ancam, ancaman nya ‘kalo ada orang lain tau, saya akan bunuh kamu’ bahkan mau disantet,” katanya.

Bahkan, Ayah korban mengatakan korban kerap kali mengigau, kondisi tersebut mengindikasikan korban sedang dalam keadaan takut. “Ya sering, kalo malam suka ngigo dia kaya orang ketakutan,” ungkap sang ayah.

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *