POHUWATO – Partai final Kapolres Cup 2026 yang mempertemukan Vanjura FC dan PNM FC pada Kamis, 27 Agustus 2026, menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena gengsi pertandingan, tetapi juga lantaran muncul dugaan bahwa kedua tim tersebut mendapat dukungan pendanaan dari pihak yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Vanjura FC disebut-sebut merupakan tim yang dikaitkan dengan seseorang berinisial FP, sementara PNM FC milik dari AM.
Keduanya akan saling berhadapan dalam laga puncak Kapolres Cup yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Di balik pertandingan tersebut, informasi mengenai dugaan sumber pendanaan kedua tim mulai menjadi sorotan. Vanjura FC dan PNM FC disebut-sebut milik dari kedua bos PETI dikabupaten Pohuwato.
Jika dugaan tersebut benar, keberadaan kedua tim yang disebut didanai oleh pihak yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal tentu menjadi pertanyaan tersendiri. Terlebih, pertandingan tersebut membawa nama Kapolres Cup, sebuah turnamen yang secara tidak langsung bersinggungan dengan institusi penegak hukum.
Namun demikian, dugaan mengenai keterkaitan pendanaan tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari FP maupun AM terkait tudingan tersebut.
Media Wartapost.id sudah berupaya mengkonfirmasi kepada FP maupun AM yang diduga pemilik dari masing-masing tim yang akan berlaga difinal nanti. Namun pihak dari kedua tim belum memberikan tanggapan.
Pertandingan final pada 27 Agustus ini bukan hanya menjadi perebutan gelar juara, tetapi juga menarik perhatian publik terhadap siapa sebenarnya pihak-pihak yang berada di balik kedua tim yang akan tampil di partai puncak tersebut.
Publik menunggu klarifikasi, apakah Vanjura FC dan PNM FC murni berdiri sebagai tim olahraga, atau terdapat kepentingan dan sumber pendanaan lain dibalik kemeriahan Kapolres Cup 2026?



















