POHUWATO– Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Potabo, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, kembali menjadi sorotan.
Kali ini, dugaan aktivitas tersebut mengarah kepada seseorang bernama Samin Umar, yang disebut-sebut telah cukup lama menjalankan aktivitas PETI sekaligus diduga menjadi pihak yang mendanai kegiatan pertambangan miliknya.
Media wartapost.id menerima kiriman video pendek dari seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Dalam video tersebut terlihat sebuah alat berat jenis ekskavator merek Hyundai sedang beroperasi mengeruk material tanah yang diduga mengandung emas di kawasan PETI Potabo.
Menurut informasi yang diterima Wartapost.id, Samin Umar diduga sudah cukup lama beraktivitas di kawasan PETI Potabo. Sumber menyebut aktivitas tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat. Kondisi ini menjadi perhatian karena kawasan Potabo sebelumnya disebut pernah memakan korban jiwa yang sering mengalami peristiwa longsor yang mengancam keselamatan nyawa.
“Dia so lama ba karja di situ (PETI Potabo), ada pake satu alat (ekskavator),” ungkap seorang sumber melalui sambungan telepon kepada Wartapost.id, Minggu (23/8/2026).
Tak berhenti pada dugaan aktivitas Samin Umar, informasi lain yang diterima Wartapost.id justru mengarah pada persoalan yang lebih serius, yakni dugaan adanya oknum kepolisian yang memberikan pengamanan terhadap aktivitas PETI Potabo.
Sumber menyebut adanya informasi bahwa lokasi milik Samin Umar yang di kawasan Potabo diduga mendapat penjagaan dari oknum anggota Brimob. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Wartapost.id, sehingga belum dapat disimpulkan bahwa aparat tertentu benar-benar terlibat dalam pengamanan aktivitas pertambangan ilegal.
“Ada informasi dari atas (Potabo), dorang pe lokasi kayaknya so ta jaga dengan anggota Brimob,” lanjut sumber tersebut.
Pernyataan tersebut menjadi pertanyaan penting yang perlu dijawab secara terbuka. Jika benar terdapat anggota Brimob yang berada di lokasi untuk memberikan pengamanan terhadap aktivitas PETI, siapa oknum tersebut, berasal dari satuan mana, dan dalam kapasitas apa berada di lokasi?
Sebaliknya, apabila informasi itu tidak benar, klarifikasi dari pihak kepolisian juga diperlukan agar tudingan tersebut tidak berkembang menjadi persepsi di tengah masyarakat. Hingga kini, identitas maupun satuan anggota Brimob yang disebut dalam informasi tersebut belum diketahui secara pasti.
Sorotan terhadap Samin Umar dan munculnya isu dugaan pengamanan oleh oknum Brimob membuat aktivitas PETI Potabo layak ditelusuri lebih jauh. Bukan hanya mengenai siapa yang mengoperasikan ekskavator, tetapi juga siapa pemilik alat berat, siapa yang membiayai aktivitas, siapa yang mengendalikan lokasi, serta apakah terdapat pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap kegiatan tersebut.
Jika aktivitas itu terbukti ilegal, maka penegakan hukum semestinya tidak hanya menyasar pekerja di lapangan, tetapi juga menelusuri pihak yang diduga menjadi pemodal maupun pihak yang memberikan fasilitas atau perlindungan.
Wartapost.id akan terus menelusuri informasi tersebut, termasuk memastikan kebenaran video, kepemilikan ekskavator Hyundai, dugaan aktivitas Samin Umar, serta informasi mengenai oknum Brimob yang disebut warga.
Jika benar PETI Potabo masih berlangsung di tengah riwayat longsor dan korban jiwa, publik berhak mengetahui siapa yang berada di balik aktivitas tersebut dan mengapa aktivitas yang diduga ilegal masih dapat berjalan. Wartapost.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Samin Umar maupun pihak kepolisian/Brimob terkait informasi tersebut.



















