Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Konflik Tambang Rakyat Memanas: Pembongkaran Camp dan Talang Saat Idul Adha, Rusli Laki Kritik Sikap Perusahaan dan Aparat Tidak Manusiawi

115
×

Konflik Tambang Rakyat Memanas: Pembongkaran Camp dan Talang Saat Idul Adha, Rusli Laki Kritik Sikap Perusahaan dan Aparat Tidak Manusiawi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Konflik Tambang Rakyat Memanas: Pembongkaran Camp dan Talang Saat Idul Adha, Rusli Laki Kritik Sikap Perusahaan dan Aparat Tidak Manusiawi

 

Example 300x600

WARTAPOST.ID – Aktivitas pembongkaran di wilayah pertambangan tradisional rakyat di Kabupaten Pohuwato kembali menuai sorotan dari masyarakat. Seorang Aktivis Pohuwato, Rusli Laki berikan kritik keras terhadap perusahaan tambang serta pemerintah yang dinilai membiarkan konflik terus terjadi di tengah masyarakat.

 

Kepada media ini Rusli Laki menyampaikan, aktivitas pembongkaran yang dilakukan oleh perusahaan tambang pada momentum Hari Raya Idul Adha dinilai tidak memiliki rasa kemanusiaan terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat.

 

“Perusahaan semacam tidak lagi memiliki hati kepada sesama manusia. Di hari kemenangan umat muslim mereka melakukan pembongkaran di wilayah pertambangan tradisional rakyat atas nama proyek dan investasi,” ujarnya pada media ini pada, Kamis (28/05/2026).

 

Ia juga menyoroti sikap pemerintah dari tingkat daerah hingga pusat yang dianggap tidak hadir dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat lokal.

 

“Mulai dari tingkatan bupati, gubernur hingga presiden hanya membiarkan rakyat berjuang sendiri, seperti takut kehilangan investasi pertambangan di Gorontalo,” lanjutnya.

 

Selain itu, narasumber turut meminta perhatian Kapolda Gorontalo terkait pendekatan aparat keamanan dalam pengamanan aktivitas pembongkaran di lokasi tambang.

 

“Kami meminta bapak Kapolda Gorontalo membuka sedikit hati nurani untuk melihat rakyat. Rakyat Pohuwato bukan penjahat, bukan narapidana dan bukan mafia yang harus dihadapi dengan aparat bersenjata,” katanya.

 

Ia menilai masyarakat hanya berupaya mempertahankan hak dan mencari keadilan atas ruang hidup mereka.

 

“Rakyat Pohuwato hanya mempertahankan haknya dan membutuhkan keadilan, bukan ditakuti seperti ini,” tegasnya.

 

Tidak hanya kepada aparat, kritik juga diarahkan kepada pimpinan perusahaan tambang. Narasumber berharap pihak perusahaan dapat mengedepankan pendekatan persuasif dan harmonisasi dengan masyarakat agar konflik tidak terus berulang.

 

“Kami tidak pernah melarang investasi masuk ke daerah kami, tetapi investasi yang hadir jangan arogan di hadapan masyarakat,” tambah Rusli

 

Menurutnya, selama perusahaan tidak memperbaiki berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, maka aktivitas investasi akan terus menghadapi penolakan dan hambatan dari masyarakat.

 

“Selama investasi tidak memperbaiki kesalahan-kesalahan maka selama itu perjalanan investasi akan terus bermasalah dan penuh hambatan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *