Tidak Manusiawi: Momentum Idul Adha Tercoreng, Talang Penambang Pohuwato Dirusak Perusahaan
WARTAPOST.ID – Momentum Hari Raya Idul Adha yang sejatinya menjadi simbol pengorbanan, kepedulian, dan nilai kemanusiaan justru tercoreng dengan tindakan perusakan talang milik para penambang di Kabupaten Pohuwato.
Di saat umat Muslim tengah merayakan hari besar keagamaan dengan penuh khidmat, pihak perusahaan diduga mengambil kesempatan dengan melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas milik masyarakat penambang. Peristiwa ini sontak memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat serta para aktivis daerah.
Banyak pihak menilai tindakan tersebut bukan hanya persoalan hukum semata, namun juga menyangkut sisi kemanusiaan dan etika sosial. Sebab, dilakukan di tengah suasana hari raya ketika masyarakat sedang berkumpul bersama keluarga dan menjalankan ibadah Idul Adha.
“Ini bukan lagi soal konflik biasa, tetapi sudah menyentuh nilai kemanusiaan. Momen hari raya seharusnya dihormati, bukan justru dimanfaatkan untuk melakukan tindakan yang melukai masyarakat kecil,” ungkap salah satu aktivis Pohuwato.
Talang yang dirusak diketahui menjadi salah satu sarana penting bagi aktivitas para penambang lokal dalam mencari nafkah. Akibat kejadian tersebut, sejumlah penambang mengaku mengalami kerugian dan terancam kehilangan sumber penghasilan mereka.
Masyarakat pun mempertanyakan keberpihakan perusahaan terhadap kondisi sosial warga sekitar. Sikap yang dianggap arogan dan tidak mengedepankan dialog dinilai hanya akan memperkeruh hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk menyelidiki dugaan perusakan tersebut. Mereka berharap ada proses hukum yang adil agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Idul Adha seharusnya menjadi momentum memperkuat rasa empati dan saling menghargai. Ketika tindakan perusakan justru terjadi di hari penuh makna itu, masyarakat tentu wajar mempertanyakan di mana letak hati nurani dan tanggung jawab sosial pihak perusahaan.
Jika benar tindakan itu dilakukan secara sengaja dengan memanfaatkan situasi hari raya, maka hal tersebut menjadi catatan buruk dalam hubungan perusahaan dengan masyarakat Pohuwato.



















