WARTAPOST.ID – Nama Sonu kembali menjadi sorotan dalam polemik aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Tomula, Kabupaten Pohuwato. Belakangan, beredar informasi di tengah masyarakat yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian berinisial L yang disebut-sebut membekingi aktivitas PETI tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti maupun keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait informasi tersebut. Identitas serta kesatuan tempat bertugas oknum yang disebut berinisial L juga belum diketahui secara pasti.
Isu tersebut sebelumnya menjadi salah satu materi yang disebut akan disuarakan dalam aksi demonstrasi yang direncanakan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Lingkungan di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo pada Jumat, 12 Juni 2026.
Namun, hingga saat ini aksi yang sebelumnya ramai diperbincangkan tersebut diketahui tidak terlaksana. Kondisi ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai alasan batalnya aksi yang sempat diumumkan tersebut.
Di sisi lain, nama Sonu kembali menjadi bahan perbincangan setelah muncul informasi mengenai dugaan adanya pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas PETI.
Publik juga berharap aparat penegak hukum terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas PETI yang melanggar aturan, sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Lingkungan mengenai alasan batalnya aksi yang direncanakan berlangsung di Polda Gorontalo. Sementara itu, pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang beredar juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan



















