WARTAPOST.ID – Suasana di Universitas Pohuwato yang seharusnya menjadi ruang diskusi intelektual berakhir ricuh secara verbal. Mahasiswa yang mempertanyakan kejelasan pembangunan masjid kampus yang mangkrak sejak tahun 2019 justru mendapatkan reaksi keras dari Sang Rektor.
Aksi ini bermula saat seorang mahasiswa meminta transparansi terkait progres pembangunan fasilitas ibadah yang telah direncanakan sejak enam tahun lalu tersebut. Namun, alih-alih memberikan penjelasan teknis atau kendala, Rektor Universitas Pohuwato justru terpancing emosi.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan rekaman yang beredar, Rektor melontarkan kalimat personal yang dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan akademis.
Dalam kemarahannya, Rektor diduga mengeluarkan beberapa pernyataan yang menyudutkan mahasiswa secara pribadi maupun institusional. Rektor sempat mengatai mahasiswa tersebut dengan menyebut bahwa dia “tidak diajari oleh orang tuanya.”
Tak hanya itu, Rektor juga melontarkan kalimat yang mendiskreditkan program studi tertentu dengan berujar, “Mahasiswa Hukum ini semua begini,” merujuk pada sikap kritis mahasiswa yang dianggap sebagai pembangkangan.
“Kami datang untuk bertanya baik-baik karena masjid ini sudah direncanakan dari 2019, tapi sampai sekarang belum ada wujudnya. Sangat disayangkan jawaban yang kami terima justru hinaan terhadap orang tua dan jurusan kami,” ujar mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, pada Rabu (29/042026).
Sikap reaktif pimpinan universitas ini memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak pihak menyayangkan sikap otoriter tersebut, mengingat universitas seharusnya menjadi tempat di mana nalar kritis dihargai, bukan dibalas dengan amarah personal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Pohuwato belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan keterlambatan pembangunan masjid maupun pernyataan kontroversial sang Rektor di hadapan mahasiswanya.



















