WARTAPOST.ID – Pernyataan Rektor Universitas Pohuwato (UNIPO) menjadi sorotan setelah dinilai tidak mencerminkan etika akademik dalam merespons aspirasi mahasiswa terkait pembangunan masjid kampus.
Dalam forum diskusi, Rektor diduga menyampaikan pernyataan bernada personal, termasuk menyinggung latar belakang pendidikan keluarga mahasiswa serta menggeneralisasi sikap mahasiswa Fakultas Hukum.
Menanggapi hal tersebut, Fikri Papempang, mahasiswa Semester VI Fakultas Hukum, menyampaikan kritik tegas. Ia menilai pernyataan tersebut tidak hanya mencederai etika kepemimpinan akademik, tetapi juga merendahkan marwah dunia pendidikan tinggi.
“Saya Fikri Papempang Mahasiswa Semester 6 Fakultas Hukum Universitas Pohuwato, menyatakan sikap tegas atas pernyataan Rektor Universitas Pohuwato yang dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan akademik serta mencederai marwah dunia pendidikan tinggi.” Ujar Fikri.
Menurut Fikri, kampus seharusnya menjadi ruang dialog yang menjunjung tinggi rasionalitas dan keterbukaan terhadap kritik. Sikap yang cenderung defensif dan menggeneralisasi mahasiswa justru berpotensi merusak iklim akademik yang sehat.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum dididik untuk berpikir kritis dan berargumentasi secara etis, sehingga tidak selayaknya dijadikan objek stigma.
Fikri pun meminta adanya klarifikasi serta tanggung jawab moral dari pihak rektorat, guna menjaga integritas institusi dan memastikan kampus tetap menjadi ruang yang menghormati nilai-nilai akademik dan martabat mahasiswa.



















